HR SERIES: PEMIMPIN TAK BERMAHKOTA

Apakah yang dimaksud dengan "Pemimpin Tak Bermahkota"? Yaitu, kepemimpinan

yang anda jalani karena anda bersedia mencari dan menerima tugas

kepemimpinan di luar tanggung jawab pekerjaan anda yang semestinya. Anda

mungkin dibayar atau mungkin juga tidak dibayar untuk apa yang anda lakukan

sebagai seorang pemimpin tan bermahkota. Tetapi kepercayaan kepada diri

sendiri yang akan anda peroleh dari pekerjaan kepemimpinan tak bermahkota

dan keahlian yang anda dapatkan lebih dari memadai sebagai imbalannya.



Ketentuan pertama untuk menjadi pemimpin tak bermahkota yang sukses adalah

menerima tanggung jawab tersebut dengan gembira. Bahkan lebih dari sekedar

menerima tanggung jawab kepemimpinan, anda harus mencari setiap kesempatan

yang bisa anda raih. Misal: Apakah atasan anda sedang mencari seseorang

untuk mengorganisasi atau menjadi pelatih dalam program olahraga perusahaan?



Apakah perusahaan sedang mengerjakan proyek khusus yang benar-benar baru

dan tak tahu kepada siapakah pekerjaan itu akan dilimpahkan? Apakah

perusahaan akan melangsungkan acara kumpul-kumpul di akhir pekan? Bukankah

ketua panitia penyelenggaraan acara tersebut juga merupakan kedudukan

pemimpin. Setiap kesempatan mengorganisir sesuatu merupakan peluang untuk

menjadi pemimpin tak bermahkota.



Semakin banyak anda melakukan ini, akan semakin mudah pula anda

menanganinya. Dan semakin sering orang lain melihat anda melakukan

tugas-tugas kepemimpinan tersebut, semakin besar pula rasa percaya diri anda

dan kemampuan kepemimpinan anda.



Pekerjaan anda sebagai seorang pemimpin tak bermahkota tidak perlu merupakan

pekerjaan yang sesungguhnya. Setiap hari selalu saja ada persoalan dan

membutuhkan seorang pemimpin untuk membantu memecahkan persoalan tersebut.

Lihatlah ke sekeliling maka anda akan menemukan bahwa setiap orang mencari

orang lain untuk memimpin. Tidak ada seorang pun yang rupanya tahu apa yang

harus dilakukan. Apakah anda tahu apa yang harus dilakukan? Apakah anda

bersedia mencobanya? Bila anda bersedia, maka anda dengan seketika dan

otomatis akan dipromosikan menjadi pemimpin tak bermahkota.



Ada hal yang aneh, dalam kebanyakan kasus anda akan menemukan bahwa

sebenarnya hampir semua orang tahu apa yang harus dilakukannya, tetapi tak

ada yang mau melakukan pekerjaan itu dan menerima tanggung jawab untuk

melakukan apa yang perlu dilakukan. Pada saat anda berani mengambil tanggung

jawab itu, anda akan merasa takjub menyaksikan betapa orang lain siap

mengikuti tuntunan anda.



Namun perlu dicamkan bahwa anda tak perlu bertarung untuk memperebutkan

kepemimpinan tak bermahkota. Mungkin memang ada suatu situasi dimana setiap

orang ingin memimpin bahkan mereka tampak benar-benar mau saling berkelahi

untuk meraih tujuannya. Anda mungkin bisa atau mungkin tidak bisa membantu

di sini sebagai pemimpin kelompok. Apakah anda bisa atau tidak, anda mungkin

tidak akan ditanya. Kalau anda mendapatkan diri anda berada pada situasi

seperti ini, sebaiknya anda tetap berdiam diri di luar arena pertarungan.

Kalau situasi begitu kritis sehingga beberapa tindakan perlu diambil, jangan

ragu untuk melakukannya sendiri. Bantulah kelompok itu sebaik yang bisa anda

lakukan, tetapi jangan bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan. Tidak

peduli seberapa hebatnya anda sebagai pemimpin, anda tidak bisa dan tidak

boleh memimpin dalam sembarang situasi yang anda alami. Tetapi itu tidak

penting. Banyak sekali kesempatan untuk menjadi pemimpin tak bermahkota.



Al Gasys, koloner korps Marinir, sahabat penulis, pernah berkata, "Saya bisa

memimpin, dan saya bisa mengikuti kepemimpinan orang lain. Aspek penting

dari kepemimpinan adalah mengetahui kapan harus melakukan apa."



Sekali lagi, kesempatan menjadi pemimpin tak bermahkota itu lebih banyak

daripada jumlah kepemimpinan formal lain, maka anda akan menemukan

kesempatan untuk memimpin di mana-mana. Anda akan menemukan banyak

kesempatan di mana pun anda tinggal. Ada organisasi masyarakat yang bergerak

di bidang lingkungan, sosial, pendidikan dan lain-lain. Ada juga organisasi

keagamaan, serikat pekerja, gerakan pramuka, serikat pekerja, dan banyak

lainnya.



Percayalah kalau saya katakan bahwa lebih banyak tugas kepemimpinan tanpa

mahkota daripada jumlah pemimpin yang akan mengisinya. Carilah pekerjaan

yang tidak populer yang tidak diinginkan oleh orang lain. Ajukan diri anda

secara suka rela untuk melakukannya dan lakukanlah dengan senang hati.

Kepercayaan kepada diri anda akan meningkat sementara anda pun semakin

sukses sebagai pemimpin.



(diadaptasi dari "The Art of The Leader", William A. Cohen)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.